Laman

Sabtu, 08 September 2012

Pelayanan Terhadap Masyarakat Di Daerah Terpencil Harus Ditingkatkan

JABON (beritasidoarjo.com) Pelayanan aparat pemerintahan di daerah terpencil yang selama ini dianggap kurang perlu ditingkatkan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sidoarjo, Musta’in Baladan saat menghadiri acara halal bi halal UPTD Cabang Diknas Kecamatan Jabon, Rabu (29/8/2012).
Menurut Musta’in bahwa bulan syawal merupakan bulan peningkatan, jadi selain meningkatkan amal ibadah dia juga berharap agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada dibawah naungan Diknas Kabupaten Sidoarjo meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Bulan syawal merupakan bulan peningkatan, maka dari itu sebagai PNS hendaknya kita meningkatkan pelayanan kita terhadap masyarakat,” katanya.
Sebab menurut Musta’in bahwa dari 15 ribu jumlah PNS yang ada di Kabupaten Sidoarjo itu 11 ribunya merupakan PNS yang berada dibawah naunngan Diknas Kabupaten Sidoarjo.
“Justru selama ini pemberian pelayanan terhadap masyarakat terburuk itu terjadi di daerah terpencil seperti Kecamatan Jabon ini. Mereka biasanya sembrono dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” ucap Musta’in dalam sambutannya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala UPTD Cabang Diknas Kecamatan Jabon, Khoirul Mahfud berpesan kepada jajaran yang berada dibawah kepemimpinannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Selain itu kita juga harus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berada di wilayah Jabon yang selama ini dianggap tertinggal,” kata laki-laki yang biasa dipanggil Mahfud itu.
Acara halal bi halal itu sendiri dihadiri oleh semua guru dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, SMA dan SMK baik swasta maupun negeri.
Selain itu juga hadir mantan guru, mantan kepala sekolah dan para mantan Kepala UPTD Cabang Diknas yang pernah menjabat di Kecamatan Jabon.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Jalan Raya Porong Ditinggikan, Debu Tebal Ganggu Pernapasan Dan Jarak Pandang

PORONG (beritasidoarjo.com) Peninggian jalan raya Porong yang belum selesai pengerjaannya menimbulkan masalah baru, yaitu banyaknya debu jalan yang berterbangan sehingga mengganggu pernapasan dan jarak pandang para pengguna jalan.
 Seperti yang disampaikan oleh Ali (45 thn) pengendara sepeda motor yang melintasi jalan raya Porong, Senin (30/7/2012).
“Debunya benar-benar tebal sehingga mempengaruhi jarak pandang, apalagi kalo kendaraan-kendaraan besar dan berat yang melintas,” katanya.
Jarak pandang akibat tebalnya debu tersebut antara 100 meter hingga 200 meter terutama pada siang hari dimana sedang padat-padatnya kendaraan roda empat atau lebih melintasi jalan raya Porong.
 Rupanya penyiraman jalan yang dilakukan oleh pekerja tidak mampu meredam banyaknya debu yang berterbangan itu.
Sebab selang beberapa menit setelah pekerja melakukan penyiraman, jalan  sudah kering lagi dan menerbangkan debu-debu yang dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih.
Jalan raya Porong di uruk dengan tanah, pasir dan batu kecil setinggi 20 hingga 30  centimeter dari keadaan sebelumnya.
“Selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu sistem pernapasan, maka dari itu setiap melintasi jalan ini saya selalu memakai masker penutup hidung,” kata Sugeng pengendara sepeda motor lainnya.
Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan beritasidoarjo.com di lokasi bahwa pada jam-jam sibuk kendaraan roda empat atau lebih diarahkan ke barat melalui jalan Bayangkari menuju jalur arteri Porong. (imams)

Selasa, 24 Juli 2012

Asyiknya Ngabuburit Diatas Jembatan Eks Tol Gempol-Porong Bersama Keluarga

Suasana ngabuburit diatas jembatan eks tol Gempol-Porong yang terletak di wilayah Kecamatan Jabon.

JABON (beritasidoarjo.com) Menunggu bedug maghrib atau biasa disebut ngabuburit biasa dilakukan oleh orang muslim yang sedang menjalan kan ibadah puasa Ramadhan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Jabon bila bulan suci Ramadhan datang mereka biasa ngabuburit diatas jembatan eks tol Gempol-Porong, tepatnya di depan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon.
“Nunggu bedug maghrib diatas jembatan eks tol itu asyik banget, karena kami bisa melihat pemandangan matahari terbenam diatas jembatan,” kata Bambang salah satu warga yang ngabuburit bersama anak dan isterinya, Minggu (22/7/2012).
Bukan hanya warga Kecamatan Jabon saja yang ngabuburit diatas jembatan tersebut, namun warga dari Kecamatan Porong, Tanggulangin bahkan dari wilayah Pasuruan dan Mojokerto juga ada yang datang hanya sekedar menunggu bedug maghrib.
Warga dari daerah lain tersebut biasanya datang ke eks tol Gempol-Porong itu biasanya datang pada hari Minggu pagi setelah sholat Subuh.
“Kalau sore begini tidak banyak mas, sebab yang datang kesini hanya masyarakat di sekitar Kecamatan Jabon saja,” kata Ikwan.
Menurut Ikwan pada hari Minggu pagi setiap bulan Ramadhan eks tol yang berada di wilayah Kecamatan Jabon itu lebih banyak dipadati oleh masyarakat.
“Ada yang jalan kaki, olah raga, bersepeda, bahkan hanya ada yang ngobrol-ngobrol aja sama teman-temannya,” ucapnya. (imams)