Laman

Selasa, 23 April 2013

KPA Dan Kartarkab Sidoarjo Berikan Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Di Kecamatan Jabon

Drs. Ec Hariadi Purwanto, MM Ketua KPA Kabupaten Sidaoarjo
JABON (beritasidoarjo.com) Karang Taruna Kabupaten (Kartarkab) Sidoarjo bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sidoarjo memberikan sosialisasi bahaya HIVAIDS kepada para pemuda, pelajar dan berbagai elemen masyarakat.
Acara yang diselenggarakan di aula Kecamatan Jabon itu dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Jabon seperti, IPNU, IPPNU, Kartar Kecamatan Jabon, pelajar se Kecamatan Jabon, tokoh masyarakat dan Forum Pimpinan Kecamatan (FORIMKA) Jabon, Selasa (23/4/2013).
Drs. Ec Hariadi Purwanto, MM mengatakan bahwa penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat ketiga di Propinsi Jawa Timur (Jatim) setelah Surabaya dan Malang.
Pada tahun 2011, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 710 orang yang positif terserang dan hal itu meningkat menjadi 894 orang pada akhir tahun 2012.
“Di Kecamatan Jabon sendiri ada 26 orang yang positif terjangkit virus HIV/AIDS,” kata Hariadi Purwanto.
Dari 894 kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo, 175 kasus menyerang pada manusia di usia produktif antara 25 tahun hingga 49 tahun.
Ketua Kartarkab Sidoarjo, Lilis Sri Indarini mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sebagai upaya dari Kartarkab Sidoarjo bekerjasama dengan KPA Kabupaten Sidoarjo dalam menanggulangi dari bahaya penyakit HIV/AIDS.
“Dengan acara sosialisasi ini diharapkan warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo khususnya di Kecamatan Jabon mengetahui tentang bahaya AIDS yang hingga kini belum ada obatnya,” ucapnya.
Sehingga diharapkan masyarakat mampu melakukan pencegahan terhadap bahaya dari penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu. (imams)

Kamis, 18 April 2013

Kades Maju Caleg, Belum Ada Yang Mengajukan Surat Pengunduran Diri Ke Bupati

Bupati Sidoarjo, H Saipul illah, SH Mhum
SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Hingga saat ini belum ada Kepala Desa (Kades) yang maju sebagai calon legislatif (Caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mengajukan surat pengunduran diri kepada Bupati Sidoarjo.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH.MHum setelah menghadiri pelantikan dan bimbingan teknis (Bintek) anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) seKabupaten Sidoarjo, di ruang Jupiter Sun Hotel, Kamis (11/4/2013).

“Belum ada Kades yang mengajukan surat pengunduran diri terkait pencalonannya sebagai Caleg pada Pemilu 2014 nanti,” katanya.
Sebagaimana diketahui ada beberapa Kades yang belum habis masa jabatannya ikut mendaftar sebagai Caleg ke beberapa partai politik.
“Memang beberapa waktu yang lalu ada Kades yang mendaftar sebagai Caleg, namun yang bersangkutan mengundurkan diri dan digantikan oleh anaknya,” ucapnya.
H. Saiful Ilah menegaskan seandainya ada Kades yang mencalonkan diri sebagai Caleg, namun belum mengajukan surat pengunduran diri, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas berupa pemecatan.
“Jika memang ada, tentu saya akan memberikan tindakan tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya. (imams)

Selasa, 09 April 2013

KPU Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Pemilu Dengan Jalan Sehat

Para peserta jalan sehat yang di adakan oleh KPU kab. sidoarjo
SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menggelar jalan sehat partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 di alun-alun Sidoarjo, Minggu (7/4/2013).
Selain diikuti oleh parpol peserta Pemilu 2014, jalan sehat yang mengambil tema bersama parpol dalam menuju Pemilu jujur dan adil (Jurdil) itu juga diikuti oleh para bakal calon legislatif (bacaleg) dan berbagai ragam kesenian tradisional.
Ada kesenian tradisional barongsai yang dibawa oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), musik patrol dari Partai Golkar serta Partai Demokrat (PD) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sama-sama membawa reog Ponorogo.
Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Bima Ariesdiyanto mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat itu diikuti oleh 10 parpol yang telah lolos verifikasi.
“Jalan sehat ini sebagai rangkaian kegiatan KPU Kabupaten Sidoarjo dalam rangka menyongsong satu tahun digelarnya pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April 2014 mendatang,” katanya.
Dia berharap bahwa dengan kegiatan semacam ini bisa mengurangi gesekan antar parpol dan bacaleg pada saat kampanye nanti.
Jalan sehat itu juga diikuti oleh para penyelenggara Pemilu lainnya, seperti PPK, PPS hingga Panwaslu dan Panwascam serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). (imams/friends)

Rabu, 03 April 2013

Polsek Jabon Tangkap 3 PSK Dan 2 Mucikari Dalam Operasi Pekat Semeru 2013

tiga PSK dan miras yang berhasil di amankan Polsek Jabon
JABON (beritasidoarjo.com) Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon merazia tempat lokalisasi di tiga titik di Dusun Cocok, Desa Tambak Kalisogo dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2013.
Dalam razia tersebut Polsek Jabon telah berhasil mengamankan 3 Pekerja Seks Komersial (PSK),2 mucikari dan 8 botol minuman keras (Miras) jenis Mc Donald serta 12 botol yang berisi arak.
Adapun 3 PSK yang berhasil diamankan oleh petugas diketahui bernama Santi (28 tahun) asal Desa Wonoayu RT 02 RW 01, Kecamatan Wonoayu, Mia (33 tahun) Desa Ampel Sari, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan dan Nurul (19 tahun) asal Rembang-Pasuruan.
Sedangkan 2 mucikari diketahui bernama Miatul (50 tahun) dari Dusun Cocok, Desa Kalisogo dan Ningsih (43 tahun) dari Desa Kedungrejo, RT 06, RW 02, Kecamatan Jabon.
Kapolsek Jabon AKP Dwi Heri Sukismanto SH yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan bahwa razia tersebut dilakukan untuk memerangi penyakit masyarakat (Pekat) yang berada diwilayah hukum Polsek Jabon.
“Razia ini kami lakukan untuk memerangi penyakit masyarakat seperti prostitusi dan miras,’’ kata AKP Dwi Heri Sukismanto, Senin (25/3/2013).
Menurut Dwi Heri Sukismanto, miras bisa mempengaruhi jiwa pemakainya sehingga sangat rawan memunculkan aksi kriminalitas.
“Sasaran operasi dilakukan tidak hanya pada pemilik warung saja, melainkan pada pengunjung karaoke juga,” ucapnya.
Razia dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB dengan menyisir warung-warung di sepanjang jalan ke arah tempat wisata Telocor yang menyediakan tempat karaoke, PSK dan miras.
Petugas menggeledah di setiap sudut ruang-ruang kamar yang terbuat dari sesek bambu dan memeriksa indentitas pengunjung satu-persatu.
Mia salah satu PSK yang terjaring dalam razia itu mengatakan bahwa dirinya bersama rekanya baru seminggu ini mangkal di warung itu.
“Selain itu saya juga barusan datang, eh..gak tahunya di terjaring razia,” ungkapnya (imams)