Laman

Sabtu, 29 Oktober 2011

Dukung Pengembangan Tlocor, Pemkab Siap Bangun Jalur Alternaif

SIDOARJO, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana akan membangun akses jalur penghubung antara kawasan Tlocor Jabon-Pasuruan, sebagai bentuk dukungan dari rencana pengembangan wilayah ini, sebagai kawasan wisata alam maupun wisata bahari.
http://kabarsidoarjo.com/wp-content/uploads/2011/10/tlocor-lagi.jpg
Kawasan Tlocor (dok istimewa)

Hal ini dilontarkan wakil Bupati Sidoarjo MG Hadi Sutjipto, setelah mendapatkan informasi masuknya investor  luar dengan dana segar senilai Rp 500 miliyar, untuk pengembangan wisata Bahari Tlocor.
“Memang saya dengar ada investor yang mau membangun kawasan Tlocor. Sekarang tugas kita (Pemkab) bagaimana agar ada akses lain (Tlocor-Pasuruan) selain yang sudah ada saat ini, untuk mendukung pengembangan wilayah tersebut,” terang Wabup.
Selain akan membangun akses jalan lain menuju kawasan Tlocor, Wabup menegaskan Pemkab juga akan melengkapi sarana maupun prasarana lain yang dibutuhkan untuk kawasan Tlocor.
Baik itu itu penerangan jalan umum disepanjang jalur menuju Tlocor, maupun sarana lain yang dibutuhkan masyarakat untuk menuju kawasan Tlocor itu.
“Kita serius untuk mengembangkan wisata bahari Tlocor ini. Sedangkan untuk konsepnya, tidak jauh dari wisata bahari di Lamongan,” tutur Hadi Sutjipto lagi.
Sementara itu Ketua komisi D DPRD Sidoarjo Machmud yang turut dalam sidak menegaskan, secara prinsip pihaknya mendukung penuh langkah Pemkab Sidoarjo untuk menyilap kawasan Tlocor menjadi wahana wisata bahari.
Soal siapapun investornya yang masuk nanti bukan menjadi persoalan, yang penting mampu memberikan yang terbaik bagi kabupaten Sidoarjo.
“Kita dukung masuknya investasi di kawasan Tlocor ini,” terang Machmud.



Senin, 10 Oktober 2011

Panitia TKD Kartarkab Sidoarjo Rencanakan Audensi Dengan Bupati dan Dewan

SIDOARJO, Panitia Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kabupaten (Kartarkab) Sidoarjo berencana mengadakan audensi dengan Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Hal itu disampaikan oleh ketua panitia TKD Kartarkab Sidoarjo, Nur Fauzi.Spd, Minggu malam (9/10/2011) saat rapat koordinasi panitia antara Organisation Comitee (OC) dengan Steering Comite (SC) di kantor sekretariat Kartarkab.
“Secepatnya kita layangkan surat audensi yang kita tujukan kepada Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo” katanya.
Audensi tersebut dimaksudkan untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait alat TKD Kartarkab Sidoarjo yang akan diadakan pada bulan Desember tahun ini.
“Ini kita lakukan sebagai silaturrahmi kelembagaan dimana Karang Taruna bertindak selaku stickholder di Kabupaten Sidoarjo” ucapnya.
Karena menurut Fauzi bahwa Kartarkab Sidoarjo harus bermitra dan bersinergi dengan lembaga-lembaga lain baik eksekutif, legislative maupun yudikatif.

Jumat, 22 April 2011

Penambang Pasir Liar di Jabon Sidoarjo Resahkan Warga

Jabon, Maraknya Penambangan pasir liar di Desa Kupang dan Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, meresahkan warga. Pasalnya, mereka melakukan penambangan pasir yang letaknya tak jauh dari area pemukiman padat penduduk.
Selain itu, kerasnya suara yang keluar dari beberapa mesin diesel (Ponton) yang digunakan penambang pasir juga menimbulkan kebisingan.
Sehingga, hal ini bisa mengganggu kegiatan proses belajar mengajar pada salah satu SD yang tak jauh dari lokasi penambangan.
Bahkan, di lokasi penggalian, pembatas dua desa yang terbuat dari bambu terletak di area sawah mengalami longsor dan ambrol.
Menurut Suryadi, Kepala Desa Kupang, penambangan pasir secara liar tersebut sudah berjalan selama 4 tahun dan pihaknya pernah melaporkan persoalan penambangan pasir itu kepada instansi terkait. Namun, belum mendapatkan tanggapan.
“Sudah saya laporkan pada instansi terkait di Kecamatan Jabon, tetapi tidak ada tanggapan maupun tindak lanjut untuk melakukan penutupan lokasi penambangan itu,” terang Suryadi “
Suryadi mengkhawatirkan, jika penambangan pasir liar itu dibiarkan bisa berimbas pada pemukiman penduduk maupun sekolahan. Sebab, jarak lokasi penambangan hanya beberapa meter saja.
“Pasirnya setiap hari diambil dan diangkut oleh kendaraan truk. Lama-kelaman tanah tersebut akan mengalami longsor,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Nugroho Budi Yanto, perangkat desa setempat. Menurutnya, keberadaan penambang liar itu berada di wilayah RT 3 RW 2 Desa Kupang. Sedangkan, truk pengangkut pasirnya stand by di wilayah Desa Kalisogo.
Masih menurut Yanto, pernah terjadi konflik di dua desa soal penambangan pasir. Karena, keterbatasan kewenangan dan kebijakan maka para penambang kembali lagi sampai sekarang untuk melakukan aktifitasnya.
“Operasi juga pernah dilakukan oleh pihak petugas terkait. Itupun tidak sampai masuk ke dalam desa, melainkan hanya di jalan raya menuju telocor,” paparnya.
Sementara, Hadi Mulyanto SH MM, Camat Jabon mengaku, jika penambangan liar di dua desa itu belum ada yang diresahkan dari warga.
Namun demikian, pihaknya akan segera melaporkan persoalan tersebut kepada Pemkab Sidoarjo. “Nanti segera saya laporkan ke pihak berwenang di Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.