Laman

Selasa, 24 Juli 2012

Asyiknya Ngabuburit Diatas Jembatan Eks Tol Gempol-Porong Bersama Keluarga

Suasana ngabuburit diatas jembatan eks tol Gempol-Porong yang terletak di wilayah Kecamatan Jabon.

JABON (beritasidoarjo.com) Menunggu bedug maghrib atau biasa disebut ngabuburit biasa dilakukan oleh orang muslim yang sedang menjalan kan ibadah puasa Ramadhan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Jabon bila bulan suci Ramadhan datang mereka biasa ngabuburit diatas jembatan eks tol Gempol-Porong, tepatnya di depan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon.
“Nunggu bedug maghrib diatas jembatan eks tol itu asyik banget, karena kami bisa melihat pemandangan matahari terbenam diatas jembatan,” kata Bambang salah satu warga yang ngabuburit bersama anak dan isterinya, Minggu (22/7/2012).
Bukan hanya warga Kecamatan Jabon saja yang ngabuburit diatas jembatan tersebut, namun warga dari Kecamatan Porong, Tanggulangin bahkan dari wilayah Pasuruan dan Mojokerto juga ada yang datang hanya sekedar menunggu bedug maghrib.
Warga dari daerah lain tersebut biasanya datang ke eks tol Gempol-Porong itu biasanya datang pada hari Minggu pagi setelah sholat Subuh.
“Kalau sore begini tidak banyak mas, sebab yang datang kesini hanya masyarakat di sekitar Kecamatan Jabon saja,” kata Ikwan.
Menurut Ikwan pada hari Minggu pagi setiap bulan Ramadhan eks tol yang berada di wilayah Kecamatan Jabon itu lebih banyak dipadati oleh masyarakat.
“Ada yang jalan kaki, olah raga, bersepeda, bahkan hanya ada yang ngobrol-ngobrol aja sama teman-temannya,” ucapnya. (imams)

Kamis, 28 Juni 2012

Tiga Puluh Tujuh Imigran Gelap Terdampar Di Jabon

JABON (beritasidoarjo.com) Tiga puluh tujuh imigran gelap dari Afganistan dan Iran yang akan mencari suaka politik ke negara Australia terdampar di wilayah Kecamatan Jabon.
Tepatnya ke 37 imigran gelap itu diantaranya ada 2 anak-anak dan 3 wanita terdampar di pesisir timur wilayah Kabupaten Sidoarjo atau di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, (27/6/2012).
Menurut H. Kasum salah satu warga Dusun Tlocor mengatakan bahwa mereka menyewa dua kendaraan kijang dan panther untuk pergi ke suatu tempat.
“Karena saya tidak mengerti bahasa mereka, akhirnya saya menghubungi pihak Polsek Jabon,” kata H. Kasum yang menjadi sopir kendaraan panther.
Namun begitu mendekati kantor Polsek Jabon, ke 37 penumpang asing itu meminta turun dan melarikan diri menuju eks tol Gempol serta ke Kali Porong.
Sehingga sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas yang dibantu dengan warga dengan para imigran gelap tersebut.
Setelah tertangkap mereka dibawa ke Mapolsek Jabon untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Sidoarjo untuk dilakukan pendataan.
Para imigran itu terlihat tidak suka denga keberadaan awak media yang sedang mengambil gambar mereka, hal itu terlihat pada saat wartawan beritasidoarjo.com mengambil gambar diteriaki dan dilarang.
Merekapun tidak mau memberikan keterangan apa-apa saat wartawan maupun petugas kepolisian dari Polsek Jabon memberikan pertanyaan. (imams)

Kamis, 07 Juni 2012

Monitoring Program PNPM-MP Libatkan Seluruh Lapisan Masyarakat

Jabon - Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK) Jabon resmi membuka pelatihan monitoring (07/06/12), Dalam sambutannya PJOK Jabon Ir. Kusdiono memberikan motivasinya kepada peserta Tim Monitoring khususnya, seluruh warga jabon umumnya, Untuk berperan serta membantu pemerintah dalam membangun sumber daya manusia, Dan pemgembangan sarana maupun prasarana, Kendatipun program yang di canangkan masih harus melalui program pemerintah. Tujuan yang ingin di capai dengan di laksanakannya Pelatihan Tim Monitoring itu sendiri Ir. kusdiono menandaskan agar pelaksanaan program PNPM-MP bisa berjalan sesuai harapan program, Dan seluruh lapisan masyarakat terlibat langsung dalam hal pengawasan. Di kesempatan yang sama Fasilitator Kecamatan (FK) Ir. Yuni Adi Astuti juga mengharapkan, Dengan di langsungkannya pelatihan monitoring, Pelaku - pelaku PNPM-MP, Baik di tingkat Desa maupun kecamatan bisa meningkatkan akuntable dan marketable nya, Guna memberikan pelayanan sepenuh hati dan dapat mempertanggung jawabkan segala bentuk aktivitas yang sudah berjalan melalui program PNPM-MP.