Laman

Senin, 04 November 2013

Sebanyak 60 KK Di Dusun Pelayaran Belum Teraliri Lisrik

Gambar Ilustrasi
JABON (beritasidoarjo.com) Sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pelayaran, Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon selama ini hidup tanpa adanya aliran listrik untuk menerangi rumah dan alat-alat elektronik lainnya.
Amari (37 tahun) salah satu warga Dusun Pelayaran mengatakan bahwa selama ini dirinya bersama dengan keluarga yang lain menggunakan minyak tanah dalam menerangi rumah di malam hari.
“Sedangkan untuk menyalakan tv (televise,red) dan alat-alat listrik lainnya, kami menggunakan bateray,” kata Amari, Jum’at (1/11/2013).
Ada juga beberapa warga Dusun Pelayaran yang sudah menggunakan listrik dirumahnya, namun mereka harus mengambil arus listrik dari tetangga dusun yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer.
“Ada sebagian yang sudah menggunakan listrik, tapi harus mengambil dari Tlocor dan Cocok yang jaraknya sangat jauh,” ucapnya.
Pengambilan aliran listrik dari warga tetangga dusun itu tentu mengandung resiko yang cukup tinggi, karena dilakukan oleh masyarakat awam yang tidak mempunyai keahlian dibidang kelistrikan.
Selain itu warga juga heran, kenapa 2 dusun yang ada di timur dan barat dari Dusun Pelayaran sudah teraliri jaringan listrik.
“Untuk itu kami berharap agar pemerintah peduli dengan keberadaan kami. Kami juga ingin seperti warga Sidoarjo lainnya, dimana dusunnya sudah teraliri listrik,” katanya.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Bahrul Amig saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui kalau masih ada 60 KK di Dusun Pelayaran yang belum teraliri listrik.
“Kami akan segera melakukan survey kesana, setelah itu kami akan ambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi krisis listrik itu,” tuturnya.
Namun pihaknya belum bisa berjanji untuk bisa memenuhi keinginan warga Dusun Pelayaran terkait pemasangan jaringan listrik dalam waktu dekat.
“Kalau tahun 2014 kelihatannya tidak mungkin, karena belum kami anggarkan. Kemungkinan besar pada tahun 2015, kami baru bisa memenuhi keinginan warga Dusun Pelayaran,” terang mantan Camat Krian itu. (imams)

Kamis, 27 Juni 2013

Atasi Banjir Di Wilayah Jabon, Sungai Bangil Tag Akan Difungsikan Kembali

Jalan raya Desa Kupang yang terendam banjir
JABON, Hampir setiap musim hujan datang wilayah Kecamatan Jabon selalu terendam banjir, terutama di Desa Jemirahan, Balongtani, Kupang, Semambung dan Kedungpandan.
Seperti saat ini tiga desa yaitu, Desa Kupang, Semambung dan Kedungpandan sudah seminggu ini terendam banjir hingga setinggi mata kaki orang dewasa.
Sri, salah satu warga Desa Kupang mengatakan bahwa banjir di desanya terjadi hampir setiap tahun terjadi dan hal ini harus ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
“Seharusnya Pemkab Sidoarjo sudah bisa mengantisipasi permasalahan banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini terjadi,” katanya.
Sebab akibat banjir itu, setiap tahun areal pertanian warga tidak bisa ditanami dan menggenangi jalan raya Desa Kupang.
H. Saiful Ilah saat ditemui di Sun Hotel mengatakan bahwa permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Jabon itu disebabkan oleh tidak berfungsinya sungai Bangil Tag yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan.
“Kalau sungai Bangil Tag itu berfungsi sebagaimana mestinya, pasti permasalahan banjir sudah bisa diatasi,” kata H. Saiful Ilah.
Untuk itu Pemkab Sidoarjo sudah melayangkan surat kepada Balai Besar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Propinsi Jawa Timur (Jatim) untuk segera memfungsikan kembali sungai Bangil Tag yang berada disisi selatan Kecamatan Jabon itu.
Selain bisa menanggulangi banjir di wilayah Jabon, apabila sungai Bangil Tag difungsikan kembali bisa digunakan sebagai tempat wisata air.
“Kalau nanti itu disetujui oleh Balai Besar, maka akan kami manfaatkan juga untuk wisata air disana,” ucapnya.
Berfungsinya sungai Bangil Tag juga akan menguntungkan Kabupaten Pasuruan, karena bisa menanggulangi banjir di wilayah Kalianyar, Kecamatan Bangil.
Karena air kiriman dari wilayah Pandaan dan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan bisa langsung dibuang ke laut melalui sungai Bangil Tag. (imams)

Selasa, 07 Mei 2013

Dua Pekerja Gudang Serbuk Kayu Tewas Tersengat Listrik

Kedua korban meninggal di antara puing-puing sisa kebakaran
JABON (beritasidoarjo.com) Gudang serbuk kayu H.Abdul Fatah Kambali yang terbakar pada hari Jumat lalu menelan 2 korban jiwa akibat tersengat aliran listrik, Minggu (5/5/2013).
Pekerja yang tewas dilokasi kejadian diketahui bernama Suhadak (37 tahun) warga Desa Keboguyang, RT 21, RW 03, Kecamatan Jabon dan Sudono (45 tahun) warga Desa Patuguhan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.
Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dimana kedua korban hendak membersihkan lokasi gudang serbuk kayu yang habis terbakar itu dan tanpa sengaja keduanya memegang kabel telanjang yang masih teraliri listrik.
Kontan saja keduanya terkapar tidak bernyawa setelah tersengat aliran listrik bertegangan tinggi tersebut.
Musliq (24 tahun) asal Desa Gesing Rowo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang tidak lain rekan korban adalah orang pertama yang mengetahui kejadian naas itu.
”Saya kira mereka bercanda, namun saat saya sentuh tubuh mereka ada aliran listrik yang membuat tubuh saya terpental, kemudian saya berteriak minta tolong,“ katanya.
Mendengar ada teriakan orang minta tolong, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan ke lokasi kejadian dan segera menghubungi Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon.
Kapolsek Jabon AKP Dwi Heri Sukiswanto melalui Kanit Reskrim Aiptu Isbahar Buamona, SH mengatakan bahwa kejadian itu masih dalam proses penyelidikan.
“Namun pihak-pihak yang berhubungan dengan kejadian itu terus kami periksa untuk dimintai keterangannya,” ucapnya.
Adapun pihak-pihak yang dimaksud adalah H. Abdul Fatah Kambali selaku pemilik gudang, Musliq dan Khusnul Hudi selaku orang yang dipercaya oleh pemilik gudang. (imams/friends)


Selasa, 23 April 2013

KPA Dan Kartarkab Sidoarjo Berikan Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Di Kecamatan Jabon

Drs. Ec Hariadi Purwanto, MM Ketua KPA Kabupaten Sidaoarjo
JABON (beritasidoarjo.com) Karang Taruna Kabupaten (Kartarkab) Sidoarjo bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sidoarjo memberikan sosialisasi bahaya HIVAIDS kepada para pemuda, pelajar dan berbagai elemen masyarakat.
Acara yang diselenggarakan di aula Kecamatan Jabon itu dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Jabon seperti, IPNU, IPPNU, Kartar Kecamatan Jabon, pelajar se Kecamatan Jabon, tokoh masyarakat dan Forum Pimpinan Kecamatan (FORIMKA) Jabon, Selasa (23/4/2013).
Drs. Ec Hariadi Purwanto, MM mengatakan bahwa penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat ketiga di Propinsi Jawa Timur (Jatim) setelah Surabaya dan Malang.
Pada tahun 2011, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 710 orang yang positif terserang dan hal itu meningkat menjadi 894 orang pada akhir tahun 2012.
“Di Kecamatan Jabon sendiri ada 26 orang yang positif terjangkit virus HIV/AIDS,” kata Hariadi Purwanto.
Dari 894 kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo, 175 kasus menyerang pada manusia di usia produktif antara 25 tahun hingga 49 tahun.
Ketua Kartarkab Sidoarjo, Lilis Sri Indarini mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sebagai upaya dari Kartarkab Sidoarjo bekerjasama dengan KPA Kabupaten Sidoarjo dalam menanggulangi dari bahaya penyakit HIV/AIDS.
“Dengan acara sosialisasi ini diharapkan warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo khususnya di Kecamatan Jabon mengetahui tentang bahaya AIDS yang hingga kini belum ada obatnya,” ucapnya.
Sehingga diharapkan masyarakat mampu melakukan pencegahan terhadap bahaya dari penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu. (imams)

Kamis, 18 April 2013

Kades Maju Caleg, Belum Ada Yang Mengajukan Surat Pengunduran Diri Ke Bupati

Bupati Sidoarjo, H Saipul illah, SH Mhum
SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Hingga saat ini belum ada Kepala Desa (Kades) yang maju sebagai calon legislatif (Caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mengajukan surat pengunduran diri kepada Bupati Sidoarjo.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH.MHum setelah menghadiri pelantikan dan bimbingan teknis (Bintek) anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) seKabupaten Sidoarjo, di ruang Jupiter Sun Hotel, Kamis (11/4/2013).

“Belum ada Kades yang mengajukan surat pengunduran diri terkait pencalonannya sebagai Caleg pada Pemilu 2014 nanti,” katanya.
Sebagaimana diketahui ada beberapa Kades yang belum habis masa jabatannya ikut mendaftar sebagai Caleg ke beberapa partai politik.
“Memang beberapa waktu yang lalu ada Kades yang mendaftar sebagai Caleg, namun yang bersangkutan mengundurkan diri dan digantikan oleh anaknya,” ucapnya.
H. Saiful Ilah menegaskan seandainya ada Kades yang mencalonkan diri sebagai Caleg, namun belum mengajukan surat pengunduran diri, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas berupa pemecatan.
“Jika memang ada, tentu saya akan memberikan tindakan tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya. (imams)

Selasa, 09 April 2013

KPU Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Pemilu Dengan Jalan Sehat

Para peserta jalan sehat yang di adakan oleh KPU kab. sidoarjo
SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menggelar jalan sehat partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 di alun-alun Sidoarjo, Minggu (7/4/2013).
Selain diikuti oleh parpol peserta Pemilu 2014, jalan sehat yang mengambil tema bersama parpol dalam menuju Pemilu jujur dan adil (Jurdil) itu juga diikuti oleh para bakal calon legislatif (bacaleg) dan berbagai ragam kesenian tradisional.
Ada kesenian tradisional barongsai yang dibawa oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), musik patrol dari Partai Golkar serta Partai Demokrat (PD) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sama-sama membawa reog Ponorogo.
Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Bima Ariesdiyanto mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat itu diikuti oleh 10 parpol yang telah lolos verifikasi.
“Jalan sehat ini sebagai rangkaian kegiatan KPU Kabupaten Sidoarjo dalam rangka menyongsong satu tahun digelarnya pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April 2014 mendatang,” katanya.
Dia berharap bahwa dengan kegiatan semacam ini bisa mengurangi gesekan antar parpol dan bacaleg pada saat kampanye nanti.
Jalan sehat itu juga diikuti oleh para penyelenggara Pemilu lainnya, seperti PPK, PPS hingga Panwaslu dan Panwascam serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). (imams/friends)

Rabu, 03 April 2013

Polsek Jabon Tangkap 3 PSK Dan 2 Mucikari Dalam Operasi Pekat Semeru 2013

tiga PSK dan miras yang berhasil di amankan Polsek Jabon
JABON (beritasidoarjo.com) Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon merazia tempat lokalisasi di tiga titik di Dusun Cocok, Desa Tambak Kalisogo dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2013.
Dalam razia tersebut Polsek Jabon telah berhasil mengamankan 3 Pekerja Seks Komersial (PSK),2 mucikari dan 8 botol minuman keras (Miras) jenis Mc Donald serta 12 botol yang berisi arak.
Adapun 3 PSK yang berhasil diamankan oleh petugas diketahui bernama Santi (28 tahun) asal Desa Wonoayu RT 02 RW 01, Kecamatan Wonoayu, Mia (33 tahun) Desa Ampel Sari, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan dan Nurul (19 tahun) asal Rembang-Pasuruan.
Sedangkan 2 mucikari diketahui bernama Miatul (50 tahun) dari Dusun Cocok, Desa Kalisogo dan Ningsih (43 tahun) dari Desa Kedungrejo, RT 06, RW 02, Kecamatan Jabon.
Kapolsek Jabon AKP Dwi Heri Sukismanto SH yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan bahwa razia tersebut dilakukan untuk memerangi penyakit masyarakat (Pekat) yang berada diwilayah hukum Polsek Jabon.
“Razia ini kami lakukan untuk memerangi penyakit masyarakat seperti prostitusi dan miras,’’ kata AKP Dwi Heri Sukismanto, Senin (25/3/2013).
Menurut Dwi Heri Sukismanto, miras bisa mempengaruhi jiwa pemakainya sehingga sangat rawan memunculkan aksi kriminalitas.
“Sasaran operasi dilakukan tidak hanya pada pemilik warung saja, melainkan pada pengunjung karaoke juga,” ucapnya.
Razia dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB dengan menyisir warung-warung di sepanjang jalan ke arah tempat wisata Telocor yang menyediakan tempat karaoke, PSK dan miras.
Petugas menggeledah di setiap sudut ruang-ruang kamar yang terbuat dari sesek bambu dan memeriksa indentitas pengunjung satu-persatu.
Mia salah satu PSK yang terjaring dalam razia itu mengatakan bahwa dirinya bersama rekanya baru seminggu ini mangkal di warung itu.
“Selain itu saya juga barusan datang, eh..gak tahunya di terjaring razia,” ungkapnya (imams)

Jumat, 29 Maret 2013

Panwaslu Sidoarjo Siap Razia Bendera Parpol Langgar Aturan

Berlian Luckytasary
SIDOARJO.- Masa kampanye Parpol yang sudah dimulai saat ini, seakan menjadi ajang perlombaan bagi seluruh peserta pemilu 2014 untuk menggaet massa pemilih.
Akibatnya, beberapa titik yang mestinya dilarang untuk lokasi pemasangan bendera, tetap digunakan untuk ajang kampanye.
Menyikapi ini, Panwaslu Sidoarjo akan mengoperasi spanduk dan bendera parpol yang dipasang tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan KPUD.
Ketua Panwaslu Sidoarjo Berlain Luckitasari menyatakan, pihaknya tidak akan pandang bulu untuk mencopot bendera Parpol manapun, yang memasang alat peraga tidak sesuai kaidah yang sudah digariskan KPUD.
“Kita akan menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk membersihkan lokasi-lokasi dari emblem Parpol,” ujarnya.
Panwaslu juga meminta agar masyarakat juga memberikan Informasi, agar bisa bertindak untuk mengawal jalannya Pemilu.
“Kita sudah menerima surat keputusan KPUD yang menetapkan beberapa kawasan steril dari alat peraga. Seperti alun-alun , jalan arteri, sekolahan, taman-taman dan puluhan bahkan ratusan titik yang tidak boleh dipasangi alat peraga Parpol,” terang Berlian.
Sementara itu, Ketua KPUD Bima Ariesdiyanto membenarkan pihaknya sudah menerbitkan keputusan tentang kawasan yang harus steril dari gambar Parpol.
“Sudah  sudah, surat itu sudah kita serahkan ke Panwaslu,” terangnya. /seputar jabon

Minggu, 24 Maret 2013

Bupati Sidak Pasar, Harga Bawang Turun

CANDI (beritasidoarjo.com) Menyikapi gonjang-ganjing naiknya harga bawang merah dan bawang putih dipasaran akhir-akhir ini, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH.MHum melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Larangan, Candi, Rabu (20/3/2013).
Menurut H. Saiful Ilah bahwa harga bawang merah dan bawang putih berangsur-angsur mulai turun.
“Jika sebelumnya harga bawang merah dipasaran sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram, kini sudah turun menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya,” katanya.
Sedangkan harga bawang putih yang sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
“Saat ini harga bawang sudah turun per jam, bukan lagi per hari,” ucapnya.
Untuk mendengarkan aspirasi dari para pedagang yang ada di pasar Larangan, H. Saiful Ilah juga melakukan dialog secara langsung dengan para pedagang pasar Larangan.
Sementara itu menurut Surti, salah satu pedagang bawang di pasar Larangan mengatakan bahwa harga bawang saat ini masih dianggap sedikit mahal dari harga stabil yaitu sekitar Rp 25 ribu per kilogramnya.
“Harganya masih tinggi dibandingkan dengan harga pada saat stabil, hal itu dikarenakan pada saat kita ambil dari para tengkulak juga masih tinggi,” kata Surti.
Maka dari itu para pedagang pasar Larangan masih belum berani menurunkan harga terlalu murah, karena pada saat mengambil dari tengkulak masih dengan harga lama. (imams/friends)

Selasa, 05 Maret 2013

Perda CSR Inisiatif DPRD Disahkan

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Walaupun sempat molor hingga 10 bulan, akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang corporate social responsibility (CSR) disahkan menjadi Perda melalui rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (28/2/2013).
Ketua Panitia Khusus (Pansus) CSR DPRD Kabupaten Sidoarjo, Sutyowati, S.Sos mengatakan bahwa dengan disahkannya Perda CSR ini, maka seluruh perusahaan di Kabupaten Sidoarjo wajib melakukan tanggung jawab sosial kemasyarakatannya terhadap lingkungan sekitar.
“Dengan disahkanya Perda tentang CSR ini, maka seluruh perusahaan di Sidoarjo berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat yang ada disekitarnya,” katanya.
Keberadaan CSR dinilai memiliki manfaat positif bagi perusahaan, karena bisa menangkal adanya pungutan-pungutan liar dari pihak lain yang sering diterima oleh pihak perusahaan.
Jika tidak sesuai dengan isi Perda CSR, maka perusahaan bisa menolak apabila ada pungutan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Apalagi Perda ini bertujuan untuk memberi batasan yang jelas tentang tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar dan meminimalisir adanya pungutan liar,” ujarnya.
Ada beberapa hal penting disahkan dalam Perda ini, diantanya tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan yang meliputi program kemitraan dan bina lingkungan, kemitraan usaha mikro, kecil dan koperasi.
“Serta di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, ketrampilan dan infrastruktur,” tegas politisi dari Partai Gerindra itu.
Diharapkan dengan disahkanya Perda tentang CSR ini mampu meningkatkan kesejahteraan sosial, meningkatkan ekonomi masyarakat serta memelihara fungsi-fungsi lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Berdasarkan dari data yang ada bahwa dari 14.000 perusahaan di Sidoarjo hanya sekitar 10 % perusahaan yang sudah menjalankan program CSR kepada masyarakat sekitar. (imams/friends)

Senin, 25 Februari 2013

Mayat Laki-laki Tanpa Busana Ditemukan Di Kali Porong

JABON (beritasidoarjo.com) Selama tiga hari berturut-turut mayat di temukan di kali Porong, antara lain  sosok mayat laki-laki warga Dusun Kluweh Desa Kebonagung, Porong bernama Maksum, kemudian sosok mayat perempuan asal  Desa Pintu  Mulyasari, Subang Jawa Barat yang diketahui bernama Ainah.
Kali ini di temukan kembali sosok mayat laki-laki tanpa identitas dan tanpa busana di tepi kali  Porong, tepatnya di Desa Kalisogo, RT 04, RW 02, Kecamatan Jabon, Jum’at (22/2/2013).
Mayat Mr X ini pertama kali di temukan oleh Sudarsono warga Desa Kalisogo, RT 04, RW 02, Kecamatan Jabon sekitar pukul 10:30 WIB.
Saat itu Sudarsono sedang berjalan-jalan diatas tanggul kali Porong untuk melihat pasang surutnya arus air.
Ketika turun kebawah tanggul dan menyusuri bawah tanggul yang dipenuhi rumput, tiba-tiba dia melihat sesosok mayat tanpa busana tertimbun sampah kali Porong.
“Kemudian saya melaporkan kepada Sekdes (Sekretaris Desa,red) terkait keberadaan mayat tersebut,” kata Sudarsono.
Kemudian Sekdes Kalisogo, Sugeng Basuki melaporkannya ke Mapolsek Jabon terkait mayat Mr X di kali Porong yang ditemukan warganya tersebut.
Kapolsek Jabon, AKP Dwi Heri Sukismanto melalui Kanit Reskrim, Aiptu Isbahar Buamona membenarkan bahwa ada laporan dari masyarakat tentang di temukannya sosok mayat laki-laki tanpa busana oleh warga setempat.
Mayat laki-laki tanpa busana itu kemudian di evakuasi dan di kirim ke RS Bhyangkara Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan otopsi.
“Penyebab kematiannya masih belum bisa di ketahui secara pasti karena kondisi mayat sudah membengkak dan wajah tidak dapat di kenalinya,” tegasnya. (imams/friends)

Rabu, 13 Februari 2013

BAZ Gelar Khitanan Massal Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke 154 tahun, Badan Amil Zakat (BAZ) menggelar khitanan massal bagi anak tidak mampu di pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (13/2/2013).
Ketua panitia khitanan massal, Ilhamudin mengatakan bahwa peserta khitanan massal kali ini berjumlah 181 anak dari keluarga miskin.
“Jumlah anak yang ikut khitanan massal kali ini lebih sedikit dibandingkan tahun kemarin, karena tahun ini tidak bertepatan dengan libur sekolah,” katanya.
Selain itu menurut Ilhamudin, penurunan jumlah peserta khitanan maassal disebabkan di desa-desa banyak yang menggelar khitanan massa dalam rangka peringatan maulud Nabi Muhammad SAW.
Untuk kelancaran pelaksanaan khitanan massal tersebut pihak panitia yang dibantu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menyiapkan 20 pasang tenaga medis.
“Ada 20 pasang tenaga medis yang membantu dalam pelaksanaan khitanan massal kali ini dan 2 dokter yang berjaga-jaga untuk menangani kegawatdaruratan apabila terjadi apa-apa,” ucapnya.
Sedangkan untuk menghilangkan rasa sakit pada saat di khitan, para tenaga medis menggunakan suntik bius dan menggunakan sistem laser pada saat khitannya.
Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah dalam sambutannya mengatakan bahwa khitanan massal ini selain dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-154 tahun juga untuk menjalankan syariat Islam.
“Selain untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo, khitanan massal ini juga untuk menjalankan syariat Islam,” kata H. Saiful Ilah.
Dia juga berharap agar anak-anak yang dikhitan nanti menjadi anak yang soleh, berguna bagi bangsa dan negaranya.
Rio salah satu peserta khitanan massal dari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin mengatakan bahwa dirinya sempat ketakutan sebelum menjalani khitanan.
“Sebelumnya saya takut tapi setelah dikhitan, ternyata rasanya tidak sakit,” kata siswa kelas tiga itu. (imams)

Sabtu, 08 September 2012

Pelayanan Terhadap Masyarakat Di Daerah Terpencil Harus Ditingkatkan

JABON (beritasidoarjo.com) Pelayanan aparat pemerintahan di daerah terpencil yang selama ini dianggap kurang perlu ditingkatkan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sidoarjo, Musta’in Baladan saat menghadiri acara halal bi halal UPTD Cabang Diknas Kecamatan Jabon, Rabu (29/8/2012).
Menurut Musta’in bahwa bulan syawal merupakan bulan peningkatan, jadi selain meningkatkan amal ibadah dia juga berharap agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada dibawah naungan Diknas Kabupaten Sidoarjo meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Bulan syawal merupakan bulan peningkatan, maka dari itu sebagai PNS hendaknya kita meningkatkan pelayanan kita terhadap masyarakat,” katanya.
Sebab menurut Musta’in bahwa dari 15 ribu jumlah PNS yang ada di Kabupaten Sidoarjo itu 11 ribunya merupakan PNS yang berada dibawah naunngan Diknas Kabupaten Sidoarjo.
“Justru selama ini pemberian pelayanan terhadap masyarakat terburuk itu terjadi di daerah terpencil seperti Kecamatan Jabon ini. Mereka biasanya sembrono dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” ucap Musta’in dalam sambutannya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala UPTD Cabang Diknas Kecamatan Jabon, Khoirul Mahfud berpesan kepada jajaran yang berada dibawah kepemimpinannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Selain itu kita juga harus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berada di wilayah Jabon yang selama ini dianggap tertinggal,” kata laki-laki yang biasa dipanggil Mahfud itu.
Acara halal bi halal itu sendiri dihadiri oleh semua guru dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, SMA dan SMK baik swasta maupun negeri.
Selain itu juga hadir mantan guru, mantan kepala sekolah dan para mantan Kepala UPTD Cabang Diknas yang pernah menjabat di Kecamatan Jabon.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Jalan Raya Porong Ditinggikan, Debu Tebal Ganggu Pernapasan Dan Jarak Pandang

PORONG (beritasidoarjo.com) Peninggian jalan raya Porong yang belum selesai pengerjaannya menimbulkan masalah baru, yaitu banyaknya debu jalan yang berterbangan sehingga mengganggu pernapasan dan jarak pandang para pengguna jalan.
 Seperti yang disampaikan oleh Ali (45 thn) pengendara sepeda motor yang melintasi jalan raya Porong, Senin (30/7/2012).
“Debunya benar-benar tebal sehingga mempengaruhi jarak pandang, apalagi kalo kendaraan-kendaraan besar dan berat yang melintas,” katanya.
Jarak pandang akibat tebalnya debu tersebut antara 100 meter hingga 200 meter terutama pada siang hari dimana sedang padat-padatnya kendaraan roda empat atau lebih melintasi jalan raya Porong.
 Rupanya penyiraman jalan yang dilakukan oleh pekerja tidak mampu meredam banyaknya debu yang berterbangan itu.
Sebab selang beberapa menit setelah pekerja melakukan penyiraman, jalan  sudah kering lagi dan menerbangkan debu-debu yang dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih.
Jalan raya Porong di uruk dengan tanah, pasir dan batu kecil setinggi 20 hingga 30  centimeter dari keadaan sebelumnya.
“Selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu sistem pernapasan, maka dari itu setiap melintasi jalan ini saya selalu memakai masker penutup hidung,” kata Sugeng pengendara sepeda motor lainnya.
Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan beritasidoarjo.com di lokasi bahwa pada jam-jam sibuk kendaraan roda empat atau lebih diarahkan ke barat melalui jalan Bayangkari menuju jalur arteri Porong. (imams)

Selasa, 24 Juli 2012

Asyiknya Ngabuburit Diatas Jembatan Eks Tol Gempol-Porong Bersama Keluarga

Suasana ngabuburit diatas jembatan eks tol Gempol-Porong yang terletak di wilayah Kecamatan Jabon.

JABON (beritasidoarjo.com) Menunggu bedug maghrib atau biasa disebut ngabuburit biasa dilakukan oleh orang muslim yang sedang menjalan kan ibadah puasa Ramadhan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Jabon bila bulan suci Ramadhan datang mereka biasa ngabuburit diatas jembatan eks tol Gempol-Porong, tepatnya di depan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon.
“Nunggu bedug maghrib diatas jembatan eks tol itu asyik banget, karena kami bisa melihat pemandangan matahari terbenam diatas jembatan,” kata Bambang salah satu warga yang ngabuburit bersama anak dan isterinya, Minggu (22/7/2012).
Bukan hanya warga Kecamatan Jabon saja yang ngabuburit diatas jembatan tersebut, namun warga dari Kecamatan Porong, Tanggulangin bahkan dari wilayah Pasuruan dan Mojokerto juga ada yang datang hanya sekedar menunggu bedug maghrib.
Warga dari daerah lain tersebut biasanya datang ke eks tol Gempol-Porong itu biasanya datang pada hari Minggu pagi setelah sholat Subuh.
“Kalau sore begini tidak banyak mas, sebab yang datang kesini hanya masyarakat di sekitar Kecamatan Jabon saja,” kata Ikwan.
Menurut Ikwan pada hari Minggu pagi setiap bulan Ramadhan eks tol yang berada di wilayah Kecamatan Jabon itu lebih banyak dipadati oleh masyarakat.
“Ada yang jalan kaki, olah raga, bersepeda, bahkan hanya ada yang ngobrol-ngobrol aja sama teman-temannya,” ucapnya. (imams)

Kamis, 28 Juni 2012

Tiga Puluh Tujuh Imigran Gelap Terdampar Di Jabon

JABON (beritasidoarjo.com) Tiga puluh tujuh imigran gelap dari Afganistan dan Iran yang akan mencari suaka politik ke negara Australia terdampar di wilayah Kecamatan Jabon.
Tepatnya ke 37 imigran gelap itu diantaranya ada 2 anak-anak dan 3 wanita terdampar di pesisir timur wilayah Kabupaten Sidoarjo atau di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, (27/6/2012).
Menurut H. Kasum salah satu warga Dusun Tlocor mengatakan bahwa mereka menyewa dua kendaraan kijang dan panther untuk pergi ke suatu tempat.
“Karena saya tidak mengerti bahasa mereka, akhirnya saya menghubungi pihak Polsek Jabon,” kata H. Kasum yang menjadi sopir kendaraan panther.
Namun begitu mendekati kantor Polsek Jabon, ke 37 penumpang asing itu meminta turun dan melarikan diri menuju eks tol Gempol serta ke Kali Porong.
Sehingga sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas yang dibantu dengan warga dengan para imigran gelap tersebut.
Setelah tertangkap mereka dibawa ke Mapolsek Jabon untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Sidoarjo untuk dilakukan pendataan.
Para imigran itu terlihat tidak suka denga keberadaan awak media yang sedang mengambil gambar mereka, hal itu terlihat pada saat wartawan beritasidoarjo.com mengambil gambar diteriaki dan dilarang.
Merekapun tidak mau memberikan keterangan apa-apa saat wartawan maupun petugas kepolisian dari Polsek Jabon memberikan pertanyaan. (imams)

Kamis, 07 Juni 2012

Monitoring Program PNPM-MP Libatkan Seluruh Lapisan Masyarakat

Jabon - Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK) Jabon resmi membuka pelatihan monitoring (07/06/12), Dalam sambutannya PJOK Jabon Ir. Kusdiono memberikan motivasinya kepada peserta Tim Monitoring khususnya, seluruh warga jabon umumnya, Untuk berperan serta membantu pemerintah dalam membangun sumber daya manusia, Dan pemgembangan sarana maupun prasarana, Kendatipun program yang di canangkan masih harus melalui program pemerintah. Tujuan yang ingin di capai dengan di laksanakannya Pelatihan Tim Monitoring itu sendiri Ir. kusdiono menandaskan agar pelaksanaan program PNPM-MP bisa berjalan sesuai harapan program, Dan seluruh lapisan masyarakat terlibat langsung dalam hal pengawasan. Di kesempatan yang sama Fasilitator Kecamatan (FK) Ir. Yuni Adi Astuti juga mengharapkan, Dengan di langsungkannya pelatihan monitoring, Pelaku - pelaku PNPM-MP, Baik di tingkat Desa maupun kecamatan bisa meningkatkan akuntable dan marketable nya, Guna memberikan pelayanan sepenuh hati dan dapat mempertanggung jawabkan segala bentuk aktivitas yang sudah berjalan melalui program PNPM-MP.

Selasa, 05 Juni 2012

Pelatihan & Outbound Guna Memberi Pelayanan Sepenuh Hati

Trawas Mojokerto - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo (4/6/12) melaksanakan kegiatan pelatihan. Acara yang berlangsung dua hari tersebut bertajuk " MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA BERKARAKTER DAN MARKETABLE GUNA MEMBERI LAYANAN SEPENUH HATI ". Peserta yang melibatkan beberapa Kasi dan staff yang jumlahnya kurang lebih seratus orang, Resmi di buka oleh Bupati Sidoarjo Syaifulilah, Dalam kesempatannya beliau menyampaikan Dinas Pertanian Harus mampu tampil di depan dan menjadi nomor satu, Tegasnya. Kepala Dinas Pertanian Ibu Handayani juga berpesan Kepada seluruh Kasi dan Staffnya agar selalu meningkatkan profesionalisme nya dalam pelayanan. DI Crew Jabon  

Selasa, 22 Mei 2012

Urgensi Pelatihan Masyarakat dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan

Oleh: Mustamir
(Kader Teknis/KPMD PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Jabon)

Hingga saat ini, kemiskinan masih menjadi persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Berbeda dengan persoalan lainnya, kemiskinan telah menyebabkan multiefek krusial dalam bidang politik, hukum, dan keamanan. Berbagai pengalaman kelam yang dialami bangsa ini lebih disebabkan desakan ekonomi yang tengah melilit masyarakat.
Perhatian pemerintah terhadap upaya penanggulangan kemiskinan patut mendapatkan pujian. Berbagai langkah strategis telah dijalankan secara sinergis. Salah satunya program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.
Melalui PNPM Mandiri Perdesaan, masyarakat tidak hanya sebatas dijadikan pelaksana semata, namun jauh dari itu, masyarakat dijadikan sebagai eksekutor dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan, sementara pemerintah dan fasilitator hanya menjembatani agar pelaksanaannya tidak keluar dari hakikat PNPM Mandiri Perdesaan.
Dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat di semua tahapan tersebut, masyarakat tentunya harus dibekali dengan berbagai pemahaman dan pengetahuan. Disamping membekali pengetahuan teknis, pelatihan masyarakat juga harus ditekankan pada penanaman nilai-nilai dalam merubah berbagai sudut pandang keliru yang selama ini menjadi salah satu akar kemiskinan.
Penanaman pengetahuan dan nilai-nilai semestinya tidak hanya dilakukan melalui proses sosialisasi semata. Namun diperlukan sebuah ruang khusus yang memberikan keleluasaan masyarakat untuk menerima dan memahami pengetahuan dan nilai-nilai yang ditransformasikan. Hal tersebut hanya bisa dilakukan melalui berbagai pelatihan khusus yang dilaksanakan secara terencana.
Berdasarkan pengalaman penulis sebagai salah seorang Kader Teknis (KPMD) PNPM Mandiri Perdesaan, setidaknya terdapat sejumlah pelatihan masyarakat yang dirancang melalui PNPM Mandiri Perdesaan. Pelatihan masyarakat tersebut, diantaranya Pelatihan Unit Pengelola Kegiatan (UPK), pelatihan Tim Pengelola Kegiatan (TPK), pelatihan kader teknis, pelatihan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), pelatihan Badan Pengawas UPK, pelatihan pembuatan RPJMDesa, pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), pelatihan Tim Pemelihara, pelatihan Tim Monitoring, serta berbagai pelatihan keterampilan.
Beberapa evaluasi yang dilaksanakan penulis terhadap pelatihan yang dilaksanakan tersebut, diperoleh fakta bahwa pengetahuan atau pemahaman yang diberikan melalui pelatihan lebih bersifat sentralistik pada peserta pelatihan saja. Padahal, idealnya pengetahuan dan pemahaman dalam merencanakan, mengelola, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan haruslah dimiliki oleh semua masyarakat, terutama masyarakat miskin sebagai sasaran utama PNPM Mandiri Perdesaan.
Sebagai contoh, dalam hal pengawasan proses pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan ditingkat desa pada dasarnya bukan hanya merupakan tanggung jawab dari sebuah Tim Monitoring saja, namun seyogyanya menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat, terutama didesa itu sendiri. Namun ironinya, pengetahuan dan pemahaman tentang proses monitoring hanya diberikan kepada Tim Monitoring saja sehingga masyarakat lainnya lebih terlihat  meraba-meraba apa yang harus diawasinya.
Lebih jauh lagi, perubahan pola pikir serta penanaman  komitmen masyarakat dalam memberantas kemiskinan seharusnya menjadi pintu gerbang pelaksanaan berbagai program pengentasan kemiskinan. Dan seyogyanya pula, hal itu tidak hanya dilakukan hanya melalui sosialisasi yang dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas. Akan tetapi dilakukan melalui strategi yang dirancang khusus.
Untuk itu, setidaknya terdapat dua pendekatan untuk mengoptimalkan proses transformasi pengetahuan kepada masyarakat. Pertama, pendekatan manajemen yaitu penyempurnaan struktural organisasi PNPM Mandiri Perdesaan yang lebih membuka ruang gerak seluasnya untuk dilaksanakannnya berbagai pelatihan masyarakat secara terorganisir dan struktural. Kedua, pendekatan optimalisasi hasil, artinya diperlukan rumusan strategi atau minimal adanya improvisasi dari fasilitator dalam mendorong adanya transformasi pengetahuan dari peserta pelatihan kepada masyarakat luas.

Selasa, 15 Mei 2012

POKJA RBM PNPM-Mandiri Perdesaan Kabupaten Sidoarjo Dirikan Media Informasi

Krembung - Ketua Kelompok Kerja (POKJA) RBM (Ruang Belajar Masyarakat) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Irwanto (12/05/12). Resmi mengangkat Redaktur KRETA JAWA, Nama Kreta Jawa ini diambil dari gabungan empat kecamatan di antaranya KREMBUNG,TARIK,JABON dan WONOAYU. Kegiatan yang di bawah naungan program PNPM - Mandiri Perdesaan ini, Di harapkan nantinya bisa menjadi  motivasi tersendiri bagi generasi penerus, Dan memberikan output yang positif. Tegas, Rudi Irwanto. Kelompok kerja Ruang Belajar Masyarakat (POKJA RBM) sebelumnya juga melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik(14/03/12). Dari gabungan empat kecamatan seluruhnya di libatkan langsung dalam  pelatihan jurnalistik tersebut, Sedikitnya 40 orang peserta dalam kegiatan yang berlangsung, Dan beberapa tenaga profesional sebagai pendamping. Dari rangkaian kegiatan yang sudah di langsungkan dan pembinaan yang intens, Ketua POKJA RBM Rudi Irwanto juga berharap, Kedepannya dari beberapa peserta yang sudah menjalani pelatihan bisa turut serta berperan aktif bergabung di MEDIA INFORMASI RBM.(kadji_ambon).